Friday, November 25, 2011

Apakah benar Neutrino melebihi kecepatan cahaya?


 [gambar] Profesor Fisika Julia Thom-Levy dan Eanna Flanagan tengah menyiapkan sebuah diskusi terbuka di Aula terbuka Clark tentang hasil percobaan terkini yang menyatakan bahwa neutrino telah berjalan lebih cepat dari kecepatan cahaya.

Percobaan yang dipicu oleh rasa penasaran tersebut sederhana: Ilmuwan di akselerator CERN di Switzerland ditembakkan sebuah berkas neutrino sepanjang 730 Km melalui gunung pada laboratorium bawah tanah Gran Sasso di Italia dan dengan detector neutrino yang terkenal yaitu OPERA.
Neutrino diharapkan bisa berjalan secara ekstrim mendekati kecepatan cahaya dan akan mencapai Gran Sasso dalam 2,4 milisekon, waktu yang dibutuhkan seekor lalat untuk mengepakkan sayapnya satu kali, kata Julia Thom-Levy, asisten professor dalam bidang fisika – namun pengamatan menunjukkan bahwa neutrino 60 nanosekon lebih cepat dari pada cahaya yang melakukan perjalanan yang sama.
Para peneliti memperhitungkan kecepatan dengan mengukur perbedaan waktu antara keberangkatan neutrino dari CERN dan pendeteksiaan partikel tersebut dalam OPERA, dengan akurasi dalam waktu 1 nanosekon. Percobaan menggunakan sistem satelit GPS, yang dimurnikan dengan jam Cesium untuk pengukuran waktu, sebuah prosedur yang juga digunakan dalam radio astronomi.
Namun bekerja dengan neutrino adalah hal yang sangat sulit. Percobaan terpisah untuk meyakinkan dibutuhkan dan akan disediakan oleh percobaan neutrino yang sama di Amerika Serikat pada beberapa tahun kedepan. Jika pengamatan OPERA terhadap kecepata neutrino benar, kata professor fisika Eanna Flanagan, hal tersebut membawa revolusi di bidang fisika dan membutuhkan sebuah kerangka kerja teoretis yang baru.

Dalam dua bulan sejak hail OPERA dikirimkan pada database ilmiah arXiv, lebih dari 100 paper telah menawarkan penjelasan. Namun tidak satupun dari paper tersebut yang memuaskan professor fisika Yuval Grossman. “Fisika menjadi lebih rapat dan lebih indah ketika kita menyatukan gaya, dan penjelasan ini akan membuat fisika lebih jelek” kata nya.
Namun, Grossman menekankan bahwa ketika secara umum diadakan pemahaman bahwa tidak ada object yang bisa berjalan lebih cepat dari cahaya dalam ruang vakum (186,282 mil per sekon), seperti yang sebenarnya diutarakan oleh teori relativitas umum bahwa terdapat kecepatan maksimum yang mana tidak ada yang bisa melampauinya. Karena tidak ada yang bisa melampaui cahaya, kecepatannya diasumsikan sebagai kecepatan maksimum yang dimungkinkan. Namun, bagaimana jika neutrino lebih cepat?
“hukum fisika tidak akan berubah, hanya alam semesta yang tetap,” kata Grossman.
Salah satu argument terkuat terhadap hasil OPERA adalah pertentangannya dengan penguuran neutrino yang dihasilkan oleh Supernova 1987A. jika neutrino memang berjalan lebih cepat dari cahaya, neutrino yang dihasilkan oleh Supernova harusnya telah sampai pada tahun 1983 bukan 1987.
Namun, ketika salah satu anggota menekankan, mungkin neutrino telah sampai pada 1983 dan tidak satupun yang menyadari. Atau kesalahan hasil adalah karena neutrino pada OPERA berjalan melewati batuan padat, bukan melalui ruang hampa.
Bagaimanapun, ketika beberapaa teori saat ini, hal tersebut menyarankan dimensi ekstra, mungkin bisa menjelaskan neutrino yang berjalan lebih cepat dari kecepatan cahaya, Grossman menekankan bahwa mereka tidak bisa menjelaskan tingkat kecepatan yang dilihat oleh OPERA.
Bulan lalu, Peneliti OPERA mengulang percobaan dengan tembakan neutrino yang lebih pendek untuk menghilangkan satu kemungkinan yang menyebabkan kesalahan percobaan, neutrino tersebut tetap tiba lebih cepat dari seharusnya. Peneliti terus mengirimkan paper mereka ke ulasan Journal of High Energy Physics. Setelah forum tersebut sebanyak lebih dari 150 peserta penasaran, dan berdiskusi dengan antusias dalam kelompok kecil. Karena walaupun semua alasan hasil OPERA bisa jadi salah, seperti yang dikatakan salah satu peserta “dalam fisika, kita tidak pernah mengatakan sesuatu sepenuhnya mutlak, karena walaupun hal tersebut mungkin mempunyai kemungkinan yang kecil, kemungkinan tersebut tidak nol”

No comments:

Post a Comment