Thursday, November 24, 2011

ketika partikel neutrino lebih cepat dari cahaya



Percobaan neutrino OPERA pada laboratorium bawah tanah telah mengukur kecepatan neutrino dari berkas cahaya CERN CNGS pada jalur sepanjang 730 Km dengan akurasi yang lebih tinggi daripada penelitian sebelumnya yang dilakukan dengan akselerator neutrino. Pengukuran dilakukan berbasis pada data statistic tinggi yang diambil oleh OPERA pada tahun 2009, 2010, dan 2011. Upgrade yang ditujukan pada sistem pengukuran waktu CNGS dan pada detector pada OPERA, sepresisi kegiatan geodesi untuk pengukuran pada jalur neutrino, yang memungkinkan hasil sistematis yang bisa dibandingkan dan akurasi statistic. Pada kedatangan awal dari CNGS muon neutrino dengan acuan pada satu partikel yang dihitung yang mengasumsikan kecepatan cahaya pada ruang vakum ,telah diukur pada (10.7 pm (stat.) pm 7.4 (sys.)) ns. Hal ini merupakan anomaly pada perbedaan relative dari kecepatan neutrino muon dengan kecepatan cahaya (v-c)c=(2.48 pm 0.28 (stat.) 0.30(sys.)) dengan waktu 10-5.
Peneliti eropa mengatakan mereka telah mencatat sebuah keanehan dari sebuah partikel subatomic yang telah berjalan lebih cepat dari pada 186.282 mil per detik yang telah dianggap jauh-jauh hari sebagai batas kecepatan kosmik. Klaim tersebut telah disambut dengan penuh keraguan dengan salah satunya dari fisikawan luar yang menyebut hal tersebut sama seperti adanya karpet terbang. Kenyataannya, para peneliti mereka sendiri tidak siap untuk menyatakan penemuan dan mereka meminta fisikawan lain untuk secara terpisah mencoba untuk memastikan penemuan mereka.
“perasaan yang kebanyakan orang punyai adalah hal ini tidak mungkin benar dan tidak nyata” kata James Gillies, juru bicara dari organisasi riset nuklir eropa atau CERN, yang menyediakn akselerator partikel yang mengirim neutrino ke terowongan 454 mil yang berjalan di bawah tanah dari Jenewa ke Italia. Berjalan lebih cepat dari udara adalah sesuatu yang tidak seharusnya terjadi menurut teori relatitivitas khusus pada tahun 1905 – yang mana membuatnya terkenal dengan persamaan E sama dengan mc2. Tapi belum seorang pun yang ingin segera menuliskan ulang buku sains.
“Hal ini adalah penemuan yang revolusioner jika benar” kata Alan Kostelecky fisikawan teoretis dari Universitas Indiana, yang telah bekerja tentang konsep ini selama seperempat abad. Stephen Parke, mengatakan “hal ini mengejutkan. Hal ini akan menyebabkan permasalahan bagi kita, tidak ragu lagi mengenai hal tersebut, jika hal tersebut memang benar’
Bahkan jika hal ini telah diyakini, mereka tidak akan mengubah satupun semua tentang cara kita hidup atau bagaimana dunia bekerja. Lagipula, partikel ini sudah dianggap mencapai kecepatan setan selama miliaran tahun. Namun, penemuan ini akan secara mendasar mengubah pemahaman kita mengenai bagaimana alam semesta bekerja, kata fisikawan.

No comments:

Post a Comment